Bagaimana sejarah eksistensialisme

21.10.00

 

13835626_120300000042808254_1786530874_o.jpg
13835626_120300000042808254_1786530874_o.jpg

Dalam filsafat dibedakan antaraesensia daneksistensia.
Esensia membuat benda, tumbuhan, binatang dan manusia. Oleh esensia, sosok dari
segala yang ada mendapatkan bentuknya. Oleh esensia, kursi menjadi kursi. Pohon
mangga menjadi pohon mangga. Harimau menjadi harimau. Manusia menjadi manusia.
Namun, dengan esensia saja, segala yang ada belum tentu berada. Kita dapat
membayangkan kursi, pohon mangga, harimau, atau manusia. Namun, belum pasti
apakah semua itu sungguh ada, sungguh tampil, sungguh hadir. Di sinilah peran
eksistensia.
Eksistensia membuat yang ada dan bersosok jelas bentuknya,
mampu berada, eksis. Oleh eksistensia kursi dapat berada di tempat. Pohon
mangga dapat tertanam, tumbuh, berkembang. Harimau dapat hidup dan merajai
hutan. Manusia dapat hidup, bekerja, berbakti, dan membentuk kelompok bersama
manusia lain. Selama masih bereksistensia, segala yang ada dapat ada, hidup,
tampil, hadir. Namun, ketika eksistensia meninggalkannya, segala yang ada
menjadi tidak ada, tidak hidup, tidak tampil, tidak hadir. Kursi lenyap. Pohon
mangga menjadi kayu mangga. Harimau menjadi bangkai. Manusia mati. Demikianlah
penting peranan eksistensia. Olehnya, segalanya dapat nyata ada, hidup, tampil,
dan berperan





 

 


Inilah Atjeh Justice Publik, bisa untuk semua orang dan semua kalangan.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Jangan banyak ngomong, silakan komentar dibawah ini!!! EmoticonEmoticon