Mengkaji Ulang Terminologi Agama : Wilfred Cantwell Smith

14.40.00

 

13835626_120300000042808254_1786530874_o.jpg
13835626_120300000042808254_1786530874_o.jpg

Sementara John Hick menginter­pretasikannya melalui model Copernican Revolution, yang menemukan "sentralitas matahari" dalam galaksi kita sebagai ganti planet bumi yang dahulu secara umum diyakini manusia. Maka masing-masing kemudian sampai pada sebuah "hidayah" yang sama, secara analogis dengan kedua revolusi ilmu fisika tersebut, yaitu keharusan apa bisa disebut "revolusi teologis" terhadap dikotomi dunia agama-yakni agama saya benar (haq) dan agama orang lain salah (batil). Oleh karena itu, Smith menganjurkan keharusan "transformasi orientasi dari pemusatan 'agama' menuju pe­musatan "iman" dan "himpunan tradisi" seperti yang telah kita bincang­kan di muka. Sementara Hick menganjurkan keharusan "transformasi orientasi dari pemusatan "agama" menuju pemusatan "tuhan", seperti yang akan kita perbincangkan berikut ini.
Barangkali orang pertama yang menggunakan "kaca mata Smithian" dalam konteks ini adalah Hick sendiri, sekiranya dalam bukunya Philosophy of Religion, yang merupakan karya pertamanya yang mem­bicarakan wacana pluralisme agama dan terbit tahun 1963 (yakni kurang lebih setahun setelah Smith meluncurkan teori-teorinya tentang "agama" dan "agama-agama" tahun 1962) dan Hick percaya bahwa agama muncul melalui perjumpaan manuisa dengan yang rill. Tetapi lain lagi dengan Nasr kebenaran itu (agama) baik yang bersifat religious ataupun yang lainnya, sakral, semua bersumber dari Tuhan.Dalam bukunya itu Hick menafsirkan fenomena ini dan mengembangkannya berdasarkan kesimpulan Smith, bahwa kehidupan spiritual keagaman manusia tidaklah berhenti dan tetap (static), melainkan senantiasa baru, berkembang dan berubah-rubah terus menerus sesuai perubahan masa dan perkembangan akal manusia.
Berdasarkan perkembangan global ini, Hick memprediksi bahwa secara gradual akan terjadi converging courses (proses konvergensi cara-­cara beragama) di masa yang akan datang, sehingga pada suatu ketika agama-agama ini akan lebih menyerupai sekte-sekte.



 

 


Inilah Atjeh Justice Publik, bisa untuk semua orang dan semua kalangan.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Jangan banyak ngomong, silakan komentar dibawah ini!!! EmoticonEmoticon